08 Mei 2009

Sekolah Gamang Tentukan Batas Nilai Kelulusan


BANDUNG, KOMPAS.com — Sekolah-sekolah dasar di Kota Bandung hingga kini masih gamang memastikan batas standar kelulusan minimal (SKM) dalam ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN). Penentuan SKM ini sangatlah vital menentukan lulus tidaknya siswa SD.

"Padahal, akan UASBN berlangsung mulai Senin (11/5). Sebelum waktu ini, batas SKM sudah harus ditentukan sekolah. Masih harus dianalisis dengan beragam macam data dan pertimbangan. Tidak bisa terburu-buru," ujar Affandi, Kepala SDN Merdeka V II dan III Kota Bandung saat ditemui Rabu (6/5).

Kepala SDN Merdeka V IV Sri Widiastuti mengatakan, penentuan SKM ini mau tidak mau harus berpatokan pada nilai terendah yang dicapai anak. Referensinya dari serangkaian hasil latihan try out dan pra-UASBN yang pernah dilaksanakan. "Intinya jangan sampai anak kejeblos. Kasihan kalau sampai tidak lulus kan?" ucapnya.

Apalagi, dari serangkaian latihan, ada beberapa siswanya yang masih mendapat nilai minimal. Untuk itu, ia mengakui, masih sulit bagi sekolah untuk meningkatkan batas SKM yang tinggi. Meskipun, di tahun ini, pemerintah berharap sekolah-sekolah berani menaikkan SKM. Tahun lalu, SDN Merdeka V-IV mematok nilai kelulusan 5 untuk IPA, Bahasa Indonesia 6 dan khusus Matematika 3,75.

Sekolah unggulan lainnya, SDN Banjarsari II juga belum pasti menentukan batas SKM. Berdasarkan hasil pra-UASBN, ungkap Kepala SDN Banjarsari II Indrawati, siswa masih ada yang memperoleh nilai rendah, yaitu 3,25 untuk Matematika dan 4,5 pada IPA. Jumlahnya pun tidak sedikit, ada tiga orang. Hasil inilah yang ikut memicu kegamangan sekolahnya dalam menentukan SKM.

"Ya sebetulnya sekolah bisa saja merubah, menurunkan batas kelulusan setelah UASBN jika ternyata ada siswa yang nilainya kurang. Asal sekolah tidak malu," ungkap Indrawati.

Diakuinya, keberadaan UASBN ini sangatlah dilematis bagi sekolah unggulan seperti tempatnya. "Kita juga harus tetap realistis meski dituntut nilai tinggi," ucapnya.

Sekolah nonfavorit atau unggulan justru lebih tegas menentukan batas SKM-nya. SD Ciujung 3 Kota Bandung, misalnya, sudah memutuskan hanya menaikkan nilai 0,5 di mata pelajaran Bahasa Indonesia dan IPA. Khusus Matematika, masih tetap seperti tahun sebelumnya, yaitu nilai 4,0. "Nilai ini tidak bisa dinaikkan karena masih ada siswa yang dapat nilai sebesar ini dari hasil pra-UN," ucapnya.


Kompas.com, 6 Mei 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA OLAHRAGA